Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KB Bukopin (BBKP) Kantongi Pinjaman Rp4,41 Triliun

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 620 2613257 kb-bukopin-bbkp-kantongi-pinjaman-rp4-41-triliun-huIXXVHWff.jpg KB Bukopin kantongi pinjaman dari IFC (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - International Finance Corporation (IFC) memberikan pinjaman USD300 juta atau setara Rp4,41 triliun kepada PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP). Pinjaman mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta di Indonesia.

Obligasi sosial tersebut akan sepenuhnya didedikasikan untuk mendanai inisiatif sosial yang berfokus pada penanganan dampak sosial ekonomi akibat dari COVID-19 dan pembiayaan di segmen sosial seperti UMKM, perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Melansir Antara, Jumat (17/6/2022), struktur obligasi sosial itu dilakukan untuk memberikan 100% dari hasil secara langsung dan tidak langsung untuk Bank KB Bukopin, yang merupakan anak perusahaan yang dimiliki oleh bank terbesar Korea Selatan KB Kookmin Bank Co., Ltd. (KBHQ) sebesar 67%.

Obligasi sosial tersebut terdiri dari dua tahapan yaitu tahap pertama berupa pinjaman senilai 240 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,53 triliun yang dipinjam oleh KBHQ. Sebanyak 100% dari pinjaman tersebut akan secara eksklusif dipinjamkan kembali ke Bank KB Bukopin yang akan disalurkan pada pembiayaan untuk pertumbuhan portfolio pinjaman sosial, dan tahap kedua yaitu pinjaman langsung kepada Bank KB Bukopin senilai USD60 juta atau setara dengan Rp882,78 miliar.

Direktur Keuangan Bank KB Bukopin Seng Hyup Shin mengatakan pinjaman tersebut akan disalurkan dalam bentuk kredit yang berwawasan lingkungan dan sosial, sejalan dengan program yang sedang berjalan yaitu terkait keuangan berkelanjutan dimana Bank KB Bukopin akan menghindari kegiatan pembiayaan yang dapat menimbulkan dampak lingkungan dan risiko sosial.

Selanjutnya, katanya, pembiayaan akan disalurkan kepada debitur yang kurang terlayani secara sosial. Semua akan dilaksanakan untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di Indonesia pasca pandemi COVID-19.

IFC, anggota Grup Bank Dunia, adalah lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar negara berkembang.

Investasi tersebut tidak hanya akan berkontribusi pada pertumbuhan pembiayaan berorientasi sosial dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, tetapi juga akan membantu mengembangkan pasar modal di Indonesia, dengan menambahkan ikatan tematik lain dalam bentuk instrumen ikatan sosial pertama oleh bank swasta mana pun. di Indonesia.

"Kami bangga dapat menjalin kerja sama dengan Bank KB Bukopin melalui inisiatif besar Grup Bank Dunia yang melihat sebagai penerbitan ikatan sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia,” kata Direktur Regional IFC untuk Asia Timur dan Pasifik, Kim-See Lim.

Menurut dia, yang terpenting bahwa investasi ini datang pada saat yang krusial ketika pandemi COVID-19 dirasakan telah memberikan kemunduran besar dalam upaya Indonesia untuk mengurangi kemiskinan dan mencapai tujuan pembangunannya.

"Ini merupakan langkah awal yang penting untuk mengembangkan pasar obligasi sosial di Indonesia yang dapat mempromosikan keberlanjutan dan inklusivitas sambil memberikan dukungan yang vital bagi pelaku bisnis UMKM dan lainnya yang terkena dampak pandemi," kata Lim.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini