Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jamaah Haji yang Idap Komorbid Disarankan Pakai Alas kaki, Kenapa?

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2022 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 620 2618201 jamaah-haji-yang-idap-komorbid-disarankan-pakai-alas-kaki-kenapa-4FNtr6ar7l.jpg Jamaah Haji. (Foto: Okezone)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau para jemaah haji asal Indonesia untuk menggunakan alas kaki. Apalagi, bagi mereka yang memiliki komorbid (penyakit penyerta).

Sampai Jumat kemarin, Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah sedikitnya merawat sepuluh pasien diabetic foot. Tim dokter KKHI Makkah, dr. Ahmad Syahri, Spesialis Penyakit Dalam menyampaikan ada satu penyakit komplikasi dari diabetes yaitu neuropati.

"Saraf- saraf nya menjadi tidak sensitif. Sehingga ketika berjalan misalnya lupa pakai alas kaki, terkena trauma dan akhirnya mengalami luka.” kata dr. Ahmad dalam laman resmi Kemenkes, Sabtu (25/6/2022)

Dalam pencegahannya, ada cara terbaik menurut dr. Ahmad adalah jangan sampai terjadi luka di kaki. Sekalipun terjadi luka, sebaiknya segera diobati, agar tidak mengarah kondisi infeksi bahkan sepsis.

“Jadi pencegahannya kalau diabetes adalah jangan sampai ada luka terutama luka di kaki.” jelasnya

Menurutnya penting dilakukan, mengingat jarak yang harus ditempuh jemaah haji. Di mana, jarak tempuh harus dilalui jemaah, untuk melakukan ibadah di masjidil haram dari terminal Syib Amir kurang lebih sejauh 1 km pulang pergi.

Dengan demikian, dr.Ahmad berpesan kepada para Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter untuk memetakan jemaah haji yang sudah memiliki komorbid, dan melakukan deteksi masalah kesehatan jemaah sedini mungkin.

Sekadar informasi, Kemenkes mencatat 39.125 jemaah haji atau 63.25 persen, berisiko tinggi mengalami sakit. Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pun mencatat 15.300 jamaah haji Indonesia 2022 memiliki penyakit penyerta atau komorbid hipertensi.

Tim promosi kesehatan (promkes) Kemenkes, dr Aris Yudhariansyah, mengatakan berdasarkan deteksi dini tim promosi kesehatan sudah memberikan penyuluhan kepada 2.343 jemaah haji. Di mana tim promkes menemukan ada 269 kasus panyakit yang dialami jemaah haji.

Dari 269 kasus ini, 4 sampai 5 kasus adalah gangguan kardiovaskuler sementara satu kasus dari penyakit degeneratif lain seperti diabetes dan hipertensi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini