Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sandiaga Uno: Desa Pandean Masuk Daftar Kampung Wisata Terbaik

Antara, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 20:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 620 2622120 sandiaga-uno-desa-pandean-masuk-daftar-kampung-wisata-terbaik-FycLOv5Scd.jfif Menparekraf di Desa Wisata Pandean. (Foto: okezone.com/Kemenpar)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Pandean, kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Menurut Sandiaga desa ini menghasilkan prestasi luar biasa karena menembus 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 padahal baru berusia setahun.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Desa Wisata Pandean karena dari 3.500 desa, Desa Pandean ini tembus 50 terbaik,” ujarnya dikutip dari Antara, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Desa wisata itu memiliki Sungai Kanang yang dijadikan jalur untuk wisata river tubing. Tak jauh dari tempat akhir river tubing, terdapat pula air terjun tiga tingkat untuk kegiatan canyoning.

Selain wisata alam, Desa Wisata Pandean juga memiliki kesenian alat musik unggulan bernama Kothekan Lesung yang sudah ada sejak zaman penjajahan.

Baca Juga: Momen Haru Menparekraf Dipeluk Wanita Tua Sebatang Kara di Desa Wisata Hilisimaetano

Ada juga kesenian musik langka bernama Terbangan Ello yang memakai alat semacam rebana.

“Alamnya yang indah, ada sungai dengan river tubing ini harus terus dikembangkan yang diharapkan akan semakin menarik wisatawan untuk berwisata. Kesenian yang ada di desa ini juga harus kita lestarikan,” kata Menparekraf.

Pada kesempatan tersebut, Sandiaga turut menjajal mobil listrik tenaga surya buatan anak muda Trenggalek.

Baca Juga: Sandiaga Uno Kenalkan Kesenian Jibrut, Apa Itu?

Dia mengharapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi agar dapat mengembangkan karya-karya anak bangsa.

“Mudah-mudahan ini langkah kolaborasi. Saya melihat ke depan wisatawan di Desa Wisata Pandean juga bisa menjajal sensasi mobil karya anak muda Trenggalek,” ungkap dia.

Di sana, Sandiaga menemui seorang wanita paruh baya bernama Painah yang berusia 78 tahun.

Sebelum mengunjungi spot wisata, Sandiaga mengunjungi rumah nenek Painah yang terlihat renta dan sedang sakit. Pasalnya, nenek Painah sendiri sudah mengidap asma selama 32 tahun dan kini sedang membutuhkan biaya untuk berobat sekaligus makan sehari-hari.

Melihat keadaan sang nenek, Sandiaga memberikan bantuan berupa alat uap baru beserta sembako dan stok obat cair kepada nenek Painah. Dia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kondisi sang nenek.

"Saya instruksikan kepada tim untuk segera mencari obatnya sekaligus menyetok supaya ibu punya persediaan obat. Saya ingin semua yang berkaitan dengan kebutuhan ibu dipantau dengan tim," ujar Sandiaga.

Nenek Painah pun langsung terharu saat mendengar ungkapan empati yang dilontarkan Sandiaga. Sebab, sudah hampir satu bulan Nenek Painah tidak bisa bekerja lantaran asma nya kambuh.

Terlebih, nenek Painah sendiri hanya berkerja sebagai pengumpul barang bekas di sekitar rumahnya, termasuk area wisata. Nenek Painah biasanya membeli barang rongsokan kepada tetangganya dengan harga Rp2000 / kg, lalu kemudian dijual kembali ke pengepul rongsok.

"Saya mendengar dari teman-teman tim yang bilang ada warga yang sedang sakit asma dan tidak bisa berkerja selama satu bulan, sehingga tidak punya penghasilan. Makanya, saya minta untuk dikirimin bantuan berupa sembako dan obat-obatan," ungkap Sandi kepada nenek Painah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini