Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hemat Biaya Produksi, Uji Coba Pemupukan Pakai Drone Dimulai

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 18 Juli 2022 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 620 2631351 hemat-biaya-produksi-uji-coba-pemupukan-pakai-drone-dimulai-7G2KM952Te.jpg Pemupukan tanaman (Foto: Okezone)

JAKARTA - Teknologi drone bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemupukan. Penggunaan drone dinilai bisa mendukung efektifitas pemupukan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menyebutkan, pemanfaatan drone adalah upaya untuk melakukan pertanian presisi (precission farming). Adapun uji coba ini dilakukan di salah satu anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu di Kebun Percobaan milik PT Petrokimia Gresik di Jawa Timur.

“Drone ini melakukan pemupukan menggunakan pupuk dalam bentuk granul. Ini menjadi hal pertama bagi kami, karena selama ini Pupuk Indonesia Grup menggunakan drone untuk pupuk jenis cair,” jelas Wijaya, Senin (18/7/2022).

Pemanfaatan drone untuk pemupukan akan menghemat biaya produksi bagi petani. Karena salah satu biaya terbesar dalam budidaya pertanian adalah tenaga kerja. Sedangkan drone dapat dioperasikan oleh satu orang dan mampu melakukan pemupukan antara 40-60 Ha/hari dengan hasil penyebaran pupuk yang lebih presisi.

Ke depan, penggunaan drone seperti ini diharapkan dapat melengkapi program Makmur yang selama ini dijalankan oleh Pupuk Indonesia dan anak usahanya untuk membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi.

Pupuk Indonesia sendiri juga memiliki inovasi terkait penggunaan drone. Inovasi ini memanfaatkan kamera multispektral pada drone yang dapat memberikan data detail untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan presisi untuk suatu lahan. Dengan demikian, petani dapat melakukan pemupukan lebih efisien dengan hasil produktivitas yang baik.

Penggunaan kamera multispektral pada drone terbukti memiliki banyak manfaat. Diantaranya dapat menghemat biaya analisis tanah yang biasa dilakukan pada laboratorium, mampu memprediksi unsur hara tanah dan rekomendasi pemupukan secara real time, mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pemupukan yang berlebihan, dan sebagainya.

Selain uji coba drone, Petrokimia Gresik, juga menggelar Stadium Generale di Surabaya. Kegiatan ini dihadiri 128 peserta yang terdiri dari mahasiswa pertanian, petani muda, dinas pertanian, dan perusahaan BUMN. Adapun tujuan seminar adalah untuk menyampaikan hasil penelitian Markplus terkait kreativitas dan inovasi perusahaan BUMN.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyebutkan bahwa pengenalan teknologi digital pertanian mampu menarik minat generasi muda. Mengingat generasi muda sangat identic dengan teknologi dan segala sesuatu yang bersifat praktis.

“Sejak pandemi Covid-19, terdapat kenaikan angkatan kerja muda untuk sektor pertanian, dari 18 persen menjadi 20 persen lebih. Ini adalah angin segar bagi sektor pertanian Indonesia yang harus terus kita dorong dengan kemajuan teknologi,” jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini