Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditetapkan Jadi Darurat Global oleh WHO, Cacar Monyet di Singapura Malah Bertambah

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 25 Juli 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 25 620 2636048 ditetapkan-jadi-darurat-global-oleh-who-cacar-monyet-di-singapura-malah-bertambah-MBEgnehokn.jpg Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Reuters)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mentapkan wabah cacar monyet dalam darurat kesehatan global. Hingga saat ini, virus cacar monyet sudah menyebar ke 74 negara dan telah menginfeksi ribuan orang.

Salah satu negara yang sudah terdeteksi memiliki cacar monyet adalah Singapura. Singapura pun kembali melaporkan kasus monkeypox atau cacar monyet yang bertambah 2 orang. Sehingga jumlah total infeksi di negara itu menjadi delapan.

Melansir dari CNA, Kementerian Kesehatan (MOH) mengatakan bahwa kedua kasus baru tersebut tidak terkait dengan infeksi monkeypox sebelumnya. Kasus baru ini merupakan satunya merupakan impor yang melibatkan pria Estonia.

Dia berusia 46 tahun datang ke Singapura dari London pada 21 Juli dan dinyatakan positif cacar monyet pada 24 Juli. Hal unik yaitu gejala yang dialaminya ruam, demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Saat ini dirawat di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) sejak 23 Juli kemarin. Sementara untuk kasus kedua yang baru ini, seorang pria Singapura berusia 26 tahun yang dinyatakan positif cacar monyet pada 24 Juli.

Dikatakan kedua kasus dalam kondisi stabil dan pelacakan kontak sedang berlangsung, kata Depkes. Sehubungan dengan ini, dari delapan kasus monkeypox yang diumumkan di Singapura sejak Juni.

Empat di antaranya adalah impor dan empat lainnya lokal. Monkeypox adalah penyakit virus yang biasanya sembuh sendiri, dengan pasien pulih dalam 14 hingga 21 hari.

Sejuah ini WHO menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Dimana lonjakan infeksi cacar monyet, dilaporkan secara global sejak awal Mei di luar negara-negara Afrika Barat dan Tengah.

Direktur Regional Wilayah Asia Tenggara WHO pun meminta negara-negara anggota untuk memperkuat pengawasan dan tindakan kesehatan masyarakat terhadap penyakit cacar monyet. WHO pada pekan lalu telah menyatakan darurat kesehatan atas penyakit cacar monyet.

Saat ini, lonjakan infeksi telah dilaporkan sejak awal Mei di luar negara-negara Afrika Barat dan Tengah di mana penyakit itu telah lama mewabah. Secara keseluruhan, 98 persen orang yang terinfeksi adalah laki-laki gay atau biseksual, dan sekitar sepertiga diketahui telah mengunjungi tempat-tempat seks di tempat seperti pesta seks atau sauna dalam bulan sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini