Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Ini Kendala dalam Pengembangan Sektor Pertanian RI

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 620 2645315 ternyata-ini-kendala-dalam-pengembangan-sektor-pertanian-ri-urBgSb92ou.jpg Ilustrasi petani. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Adanya konflik Geopolitik di Indonesia mengancam terganggunya rantai pasok bahan pangan termasuk yang masuk ke Indonesia.

Di satu sisi saat ini beberapa komoditas di Indonesia juga masih harus didatangi dari impor.

Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga menyampaikan bahwa saat ini salah satu kendala dalam mengembangkan sektor pertanian di Indonesia adalah masalah pendanaan atau akses permodalan petani terhadap perbankan yang masih minim.

 BACA JUGA:Mentan Klaim Ekonomi Rakyat Kuat Karena Pertanian, Bukan Pertambangan

"Jadi ada beberapa aspek atau tantangan dalam pengembangan sektor pertanian, pertama aspek permodalan, bukan hanya sumber daya manusia, tapi dari sisi Financial menjadi tangangan kita kedepan," ujar Kuntoro Boga dalam webinar Bakohumas, Kesiapan Menghadapi Krisis Pangan secara virtual, Rabu (10/8/2022).

Lebih lanjut Kuntoro Boga menjelaskan pada tahun 2021 tercatat KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang disalurkan adalah Rp70 triliun.

Namun untuk menghadapi ancaman krisis pangan akses permodalan juga perlu diperkuat.

Namun yang tidak kalah penting adalah tentang pendampingan dari pemerintah.

Di mana kontribusi pemerintah dalam memberikan referensi pasar kepada para petani menjadi hal yang penting, agar hasil panen para petani bisa terserap maksimal oleh pasar, dan mampu menekan impor yang dilakukan.

Selanjutnya Kuntoro juga meyakini upaya yang dilakukan saat ini adalah mengupayakan perubahan dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern.

"Modernisasi pertanian bukan hanya dari aspek mekanisasi saja, tetapi bagaimana menciptakan pertanian yang berdaya saing, termasuk didalamnya penerapan IOT, Digitalisasi pertanian, penasaran pertanian melalui internet, termasuk dalam koordinasi sistem penyelenggaraan penyuluhan maupun komunikasi publik," pungkasnya.

Dia pun memastikan sektor pertanian agar kuat menghadapi krisis. Sebab sektor pertanian perlu didukung sebelum melakukan pembenahan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini