Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Krisis Pangan, 2 BUMN Garap Ini

Ikhsan Permana, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 620 2672310 antisipasi-krisis-pangan-2-bumn-garap-ini-4sCnUZYpyU.JPG Perhutani dan PTPN luncurkan produk unggulan atasi krisis pangan. (Foto: MPI)

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III bersama Perum Perhutani meluncurkan sejumlah bibit dan produk unggul perkebunan dan perhutanan dari hasil riset Indonesia Plantation & Forestry Research Institute (IP-FRI).

Di mana ini untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam menjawab ancaman krisis energi dan krisis pangan.

Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury mengatakan produk unggulan tersebut untuk meningkatkan produksi gula, kelapa sawit, hingga kayu dan diharapkan dapat menutupi berbagai kebutuhan pangan serta industri yang masih impor.

BACA JUGA:Holding BUMN Jasa Survei Lakukan Pengadaan Kendaraan Listrik 

"Ke depannya tantangan food security dan juga energy security yang kita hadapi saat ini bisa menjadi solusi bagi Indonesia harapannya ada pada Perhutani dan PTPN Group," ujar Pahala dalam acara Launching Produk Unggulan Indonesia Plantation & Foresty Research Institute di Agro Plaza, Rabu (21/9/2022).

Menurutnya, tantangan utama di Indonesia saat ini adalah bagaimana bisa menjawab kemerdekaan dalam bidang energi atau memastikan energy security ke depannya.

"Mengingat pada saat ini Indonesia setiap harinya mengimpor kurang lebih sekitar 300.000 barel minyak dalam bentuk produk maupun dalam bentuk minyak mentah," terangnya.

Selain itu, tantangan yang kedua adalah dalam hal food security.

Indonesia saat ini mengimpor lebih dari 4 juta ton gula baik itu dalam bentuk gula konsumsi maupun juga gula industri.

"Sungguh sebuah kondisi yang ironis mengingat bahwa sebetulnya Indonesia memiliki kekayaan alam dan memiliki kekuatan," pungkasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, dengan kekuatan Indonesia bisa memproduksi gula konsumsi, sehingga diharapkan dalam 5 tahun mendatang Indonesia sudah bisa mencapai swasembada gula konsumsi dan sebagian daripada kebutuhan industri juga bisa dipenuhi.

"Kuncinya tentunya harus kita berupaya untuk bisa tidak bisnis as usual, bagaimana kita bisa melakukan inovasi-inovasi baru, pengembangan-pengembangan baru," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini