Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kunjungan Turis Meroket 291%, Industri Pariwisata Kembali Hidup

Fayha Afanin Ramadhanti, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2023 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 12 620 2745205 kunjungan-turis-meroket-291-industri-pariwisata-kembali-hidup-LPhEAPABjP.jfif Kunjungan Wisata di Jawa Tengah Meroket. (Foto :Okezone.com/Jateng)

JAKARTA  - Kunjungan wisata sepanjang 2022 meningkat. Industri pariwisata pun sudah kembali ke masa normal dari sebelum pandemi melanda.

Di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) misalnya, kunjungan wisatawan mencapai 45.093.933 orang sepanjang 2022. Angka itu melewati target Jateng yakni 11.530.429 wisatawan atau 291% dari angka yang ditargetkan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku bakal terus menggalakkan dan mengoptimalkan potensi wisata di Jateng. Terlebih setelah pemerintah resmi mencabut status PPKM.

"Event mesti banyak dikreasi, PPKM kan sudah dicabut, maka sebenarnya mulailah ekonomi ini digerakkan kembali. Kita juga sudah ngobrol dengan bupati, wali kota, pelaku wisata, yuk kita hidupkan lagi pariwisata," ujar Ganjar, Kamis (12/1/2022).

Baca Juga: Jumlah Turis Asing ke Indonesia Capai 4,58 Juta Kunjungan, Meroket 228%

Adapun sejumlah agenda yang sedang digodok Pemprov Jateng beserta jajaran pemkab dan pemkot untuk tahun ini antara lain memperbanyak event seperti konser musik, karnaval dan pameran.

Salah satunya yang telah masuk kalender event Jateng dan telah ditunggu-tunggu wisatawan yaitu penampilan band rock kawakan asal Inggris, Deep Purple yang dijadwalkan tampil di Solo pada Maret 2023 mendatang.

"Event ini juga akan bisa memperngaruhi atau merangsang orang untuk datang. Apakah konser musik, apakah karnaval, apakah pameran, maka ini menurut saya penting untuk didorong," kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga akan memaksimalkan potensi wisata religi yang ada di Jateng, seperti Masjid Agung Demak, Sam Poo Kong Semarang hingga Candi Borobudur Magelang.

Baca Juga: Beres Renovasi, Begini Wajah Baru Wisata Pantai Malayang dan Bunaken

Kabid Pemasaran Disporapar Jateng Setyo Irawan memaparkan, jumlah wisatawan yang datang ke Jateng didominasi wisatawan nusantara (wisnus) Sementara wisatawan mancanegara (wisman) menempati urutan kedua. Tercatat, wisnus yang berkunjung mencapai 44.949.504 orang dan wisman sebanyak 144.429 orang.

Irawan menambahkan, jumlah ini menjadi yang terbesar sejak pandemi Covid-19 melanda. Di tahun 2020 dan 2021, capaian kunjungan wisatawan rata-rata hanya sekitar 22 juta lebih, baik wisman dan wisnus. Sementara tahun 2019 kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 58 juta orang.

"Dibanding 2019 (sebelum pandemi) capaian di 2022 belum pulih sepenuhnya, namun dibanding 2020 dan 2021 (pandemi) capaian tahun ini naik signifikan," jelas Irawan.

Follow Berita Okezone di Google News

Naiknya jumlah wisatawan ke Jateng, tidak lepas dari kondisi penyebaran Covid-19 yang mulai mereda. Selain itu, keputusan pencabutan PPKM oleh Presiden RI serta membaiknya daya beli masyarakat.

Meskipun telah mereda, para pelaku wisata di Jateng tidak lantas melalaikan penerapan protokol kesehatan. Tercatat, sebanyak 794 usaha wisata telah tersertifikasi Cleanliness Health Safety Environment Sustainability (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Kelestarian Lingkungan) dari Kemenparekraf RI. Sementara, yang telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi sebanyak 691 usaha wisata.

Selain itu, pelaku wisata juga menyelenggarakan paket-paket wisata yang berkoordinasi dengan Dishub, BPBD, Polda Jateng Dinkes dan Biro Kesehatan. Sekaligus, sosialisasi penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan.

"Pada tahun 2023 kami menargetkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 21.445.344 orang. Kami memfokuskan target untuk kunjungan wisnus," kata Irawan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini