PANDEMI Covid-19 memang menyebabkan jutaan angka kematian di seluruh dunia. Mulai dari orang tua hingga anak-anak telah menjadi korban keganasan virus ini.
Tapi, ternyata penyebab kematian akibat Covid-19 tidak lebih besar daripada kecelakaan di jalan. Road injury atau kecelakaan merupakan penyebab kematian nomor 3 secara nasional bagi anak dan remaja rentan usia 5 sampai 19 tahun.
Road Injury termasuk dalam 15 penyakit penyebab disabilitas secara global pada usia anak dan remaja. Terjadinya road injury pada anak-anak atau remaja sendiri bisa dicegah, berikut ini adalah beberapa pencegahan yang dapat dilakukan oleh remaja ataupun orang tua, terutama bagi para pengendara roda empat.
Berikut ini adalah cara pencegahan kecelakaan yang disampaikan oleh Dr. Hari Wahyu Nugroho, SpA(K), MKes, dalam briefing “Perjalanan Aman untuk Anak” selaku Satuan Petugas Perlundungan Anak IDAI, yang dilakukan secara daring.
Remaja yang berkendara harus punya SIM
Para remaja yang berkendara diwajibkan memiliki legalitas berkendara. Sehingga mereka benar-benar memahami cara berkendara, dan memahami dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
"Peran orang tua sangat penting agar tidak membiarkan anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk berkendara. Sehingga dapat menekan angka kecelakaan anak-anak di usia sekolah," tutur dia.
Semua remaja harus memenuhi standar keselamatan berkendara
Para remaja yang berkendara harus menggunakan helm dengan standar SNI untuk pengendara roda dua, jaket, sepatu, atau sabuk pengamanan bagi para penumpang yang duduk di kursi depan maupun di kursi belakang.
Standar kecepatan rata rata 30 km perjam dan mengurangi kecepatan ketika lalulintas padat. Kepatuhan terhadap batas maksimal ketika berkendara masih minim. Hal ini tentunya terus lebih didisiplinkan, terutama peraturan dan sanksi dari pihak kepolisian.
Follow Berita Okezone di Google News