Kumpulan Berita
Sejumlah peserta terlibat aksi saling dorong, dipicu kesalahpahaman akibat ketok palu pimpinan sidang yang langsung memutuskan Muktamar, pada Agustus.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang digelar di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti peran besar NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan politik nasional.
Dalam unggahan tersebut, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.
<!--pagebreak-->Standar kaderisasi formal, syarat calon ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35 Agustus 2026 nanti, akan diturunkan.
Selama forum, beberapa PCNU menanggapi dan menyampaikan catatan terhadap dinamika organisasi, terutama PBNU selama ini.
Tokoh sepuh Nahdlatul Ulama, Kiai Manarul Hidayat, memberikan restu dan dukungan moral kepada Gus Hery Haryanto Azumi untuk berkhidmat lebih luas dalam kepemimpinan PBNU.
Menurutnya, pesantren memiliki karakter keilmuan yang khas dan tidak dapat disamakan dengan lembaga pendidikan lainnya.
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sejumlah kiai, intelektual pesantren, dan aktivis Nahdliyin yang tergabung dalam forum Halaqoh Nasional di Pondok Pesantren Al Musthofa Ngeboran, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, menyerukan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap arah organisasi dan kepemimpinan PBNU.