Kumpulan Berita
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penarikan utang baru untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026
Realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2026 sebesar Rp164,4 triliun
Intervensi pemerintah di pasar obligasi melalui pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) mulai membuahkan hasil positif
Konsumsi pemerintah pada triwulan I-2026 tumbuh 21,81 persen sehingga mendorong pelebaran defisit fiskal
Keterbukaan informasi mengenai kinerja APBN dinilai sebagai instrumen vital untuk memelihara kepercayaan publik dan stabilitas pasar.
Kondisi APBN ini sekaligus membantah isu yang beredar di media sosial bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi pada April 2026
Bila tidak ada tambahan kebijakan lain, defisit APBN 2026 diprediksi akan melampaui 3%.