Kumpulan Berita
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan pemerintah derah untuk selalu siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. Misalnya, seperti banjir, longsor, angin kencang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia hingga awal Februari 2026.
BMKG memantau pertumbuhan awan konvektif signifikan di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan analisis citra satelit inframerah Himawari-9 pada Minggu malam, 25 Januari 2026.
Polri mewaspadai prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta potensi terjadinya bencana alam hidrometeorologi selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Banjir melanda sejumlah kawasan di Jawa Timur, terparah menerjang wilayah Kabupaten Banyuwangi yang menyebabkan ribuan rumah terendam.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, bencana hidrometeorologi basah mendominasi kejadian bencana di Indonesia.
Berdasarkan pantauan kejadian bencana di seluruh Indonesia pada periode Jumat 17 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu 18 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB, tercatat fenomena hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana di beberapa wilayah, seperti angin kencang, cuaca ekstrem, dan hujan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.