Kumpulan Berita
Perum Bulog mencatat laba sebesar Rp2,4 triliun hingga akhir September 2026. Capaian itu diproyeksikan terus meningkat hingga menembus Rp3 triliun pada akhir tahun ini, didukung oleh margin perusahaan dan penghematan biaya bunga pinjaman.
Dirut Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, torehkan babak penting perjalanan panjang perusahaan pangan negara.
Stok beras Bulog turun menjadi 4,722 juta ton dari sebelumnya mencapai 5,4 juta ton. Direktur Utama Bulog, Rizal, mengungkap penurunan stok tersebut disebabkan tingginya penyaluran beras untuk bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Perum Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras dari hasil panen dalam negeri akan segera tercapai seiring realisasi pengadaan yang telah menyentuh 3,5 juta ton atau sekitar 87 persen dari target nasional hingga 24 Juli 2026.
Perum Bulog membukukan realisasi pengadaan setara beras dari hasil panen petani dalam negeri sebanyak 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026.
Perum Bulog menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026. Angka ini sekitar 85 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
Rencana penyaluran bantuan beras dalam bentuk natura bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga Maret 2027 meskipun terdapat ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan.