Kumpulan Berita
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalokasikan uang tunai sebesar Rp44 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026 atau periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan penyaluran kredit Rp1.895,0 triliun per 31 Desember 2025, meningkat 13,4 persen YoY.
Memasuki tahun 2026, optimisme pelaku industri perbankan mulai tumbuh seiring membaiknya kondisi likuiditas dan stabilitas pemerintahan baru. Meski demikian, kewaspadaan terhadap risiko global tetap menjadi prioritas utama.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperkirakan perekonomian Indonesia berpeluang tumbuh sebesar 5,2% pada 2026.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi memulai penawaran awal untuk Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 (Sustainability Bond). Aksi korporasi ini menargetkan nominal penerbitan sebesar Rp5 triliun dan menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat struktur pendanaan dan memperluas kapasitas intermediasi untuk pembiayaan strategis dan berkelanjutan.
Buyback berpotensi menguatkan tren bullish jangka pendek di tengah optimisme terhadap perbaikan sektor perbankan tahun depan.
Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 11% yoy, mencapai Rp1.701 triliun pada Semester I 2025, melampaui rata-rata industri perbankan. Fokus pada sektor strategis dan UMKM, BMRI tetap menjaga kualitas aset dan profitabilitas.
BMRI mengangkat Riduan menjadi Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (4/8/2025).