Kumpulan Berita
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp18,1 triliun per 30 April 2026, melesat 18,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan memaparkan sejumlah tantangan krusial yang membayangi industri perbankan nasional di sisa tahun 2026. Ketidakpastian global yang dipicu eskalasi geopolitik serta dinamika ekonomi domestik menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas kinerja perseroan.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan performa keuangan yang impresif pada pembukaan tahun 2026. Bank bersandi saham BMRI ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun sepanjang kuartal I 2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 16,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalokasikan uang tunai sebesar Rp44 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026 atau periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan penyaluran kredit Rp1.895,0 triliun per 31 Desember 2025, meningkat 13,4 persen YoY.
Memasuki tahun 2026, optimisme pelaku industri perbankan mulai tumbuh seiring membaiknya kondisi likuiditas dan stabilitas pemerintahan baru. Meski demikian, kewaspadaan terhadap risiko global tetap menjadi prioritas utama.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperkirakan perekonomian Indonesia berpeluang tumbuh sebesar 5,2% pada 2026.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi memulai penawaran awal untuk Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 (Sustainability Bond). Aksi korporasi ini menargetkan nominal penerbitan sebesar Rp5 triliun dan menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat struktur pendanaan dan memperluas kapasitas intermediasi untuk pembiayaan strategis dan berkelanjutan.