Kumpulan Berita
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan memaparkan sejumlah tantangan krusial yang membayangi industri perbankan nasional di sisa tahun 2026. Ketidakpastian global yang dipicu eskalasi geopolitik serta dinamika ekonomi domestik menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas kinerja perseroan.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan performa keuangan yang impresif pada pembukaan tahun 2026. Bank bersandi saham BMRI ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun sepanjang kuartal I 2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 16,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) baru saja mengeksekusi aksi korporasi strategis berupa pengalihan mayoritas kepemilikan saham pada entitas anak, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), melalui skema transaksi afiliasi bernilai jumbo yang menyentuh angka sekitar Rp1 triliun.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan penyaluran kredit Rp1.895,0 triliun per 31 Desember 2025, meningkat 13,4 persen YoY.
Memasuki tahun 2026, optimisme pelaku industri perbankan mulai tumbuh seiring membaiknya kondisi likuiditas dan stabilitas pemerintahan baru. Meski demikian, kewaspadaan terhadap risiko global tetap menjadi prioritas utama.
Arus modal asing kembali masuk lebih besar ke pasar saham domestik pada periode perdagangan 1-5 Desember 2025.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi memulai penawaran awal untuk Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 (Sustainability Bond). Aksi korporasi ini menargetkan nominal penerbitan sebesar Rp5 triliun dan menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat struktur pendanaan dan memperluas kapasitas intermediasi untuk pembiayaan strategis dan berkelanjutan.
Buyback berpotensi menguatkan tren bullish jangka pendek di tengah optimisme terhadap perbaikan sektor perbankan tahun depan.