Kumpulan Berita
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan data terbaru mengenai performa ekspor komoditas unggulan Indonesia untuk periode November 2025. Dua komoditas utama nasional, yakni minyak kelapa sawit dan batu bara, tercatat mengalami penurunan volume pengiriman ke luar negeri jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
Kebijakan ini perlu dilakukan karena para eksportir tersebut dianggap tidak banyak berkontribusi pada penerimaan negara.
PP Nomor 39 Tahun 2025 mewajibkan pengusaha minerba memprioritaskan pasokan untuk BUMN di sektor strategis seperti ketenagalistrikan dan energi. Aturan ini bertujuan menjamin keandalan energi dan mendukung ketahanan nasional. (178 karakter)
Indonesia dan Bangladesh berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama energi di antara kedua negara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini harga batu bara dunia masih mengalami penurunan sekitar 25 - 30 persen.
Importir batu bara termal utama yakni China dan India memangkas pengiriman batu bara dari Indonesia.
Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia mempertimbangkan untuk membatasi ekspor batu bara, menyusul rendahnya harga batu bara apabila.