Kumpulan Berita

ekspor batu bara.


Hot Issue
31 May 2026 15:01 WIB

Resmi! Ekspor Batu Bara, Sawit dan Ferro Alloy Wajib Lapor DSI Mulai Besok

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato mengumumkan BUMN ekspor, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) akan beroperasi mulai besok, 1 Juni 2026.

Hot Issue
23 May 2026

PT DSI Tak Akan Ganggu Kontrak Ekspor Perusahaan Tambang

Kontrak jual beli komoditas tambang, seperti batu bara, CPO, dan feronikel, umumnya dilakukan dalam jangka pendek

Hot Issue
21 May 2026

Purbaya Sebut PT DSI Bikin Perusahaan Tambang Berpotensi Cuan Dua Kali

PT DSI akan membeli komoditas seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy dari perusahaan domestik dengan harga yang mengacu pada standar pasar

Hot Issue
20 May 2026

Danantara Pastikan PT DSI Beli Batu Bara hingga CPO Sesuai Harga Global

Untuk sementara, ada tiga komoditas yang akan dibeli oleh PT DSI, yakni batu bara, CPO, dan ferroalloy.

Hot Issue
20 May 2026

Transaksi Ekspor Batu Bara hingga CPO Wajib Dilaporkan Mulai Juni 2026 

Pembentukan badan baru ini bertujuan agar pemerintah dapat memantau langsung transaksi ekspor komoditas yang selama ini dilakukan oleh para perusahaan.

Hot Issue
Selasa 03 Februari 2026 13:02 WIB

Ekspor Batu Bara Anjlok Sepanjang 2025, Nilainya Rp409,1 Triliun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor batu bara Indonesia turun sepanjang periode Januari hingga Desember 2025.

Hot Issue
5 January 2026

BPS Ungkap Kinerja Ekspor CPO dan Batu Bara Turun di November 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan data terbaru mengenai performa ekspor komoditas unggulan Indonesia untuk periode November 2025. Dua komoditas utama nasional, yakni minyak kelapa sawit dan batu bara, tercatat mengalami penurunan volume pengiriman ke luar negeri jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).

Hot Issue
8 December 2025

Purbaya Bilang Eksportir Batu Bara Orang Kaya, Bea Keluar Ditargetkan Rp20 Triliun

Kebijakan ini perlu dilakukan karena para eksportir tersebut dianggap tidak banyak berkontribusi pada penerimaan negara.