Kumpulan Berita

geopolitik


Hot Issue
7 January 2026

Geopolitik Global hingga Konflik Kawasan Diprediksi Tekan Sektor Maritim Indonesia di 2026

Sektor maritim Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan berat sepanjang 2026 seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, gangguan rantai pasok, serta risiko keamanan di jalur pelayaran utama dunia. Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong kenaikan biaya logistik, memperbesar risiko distribusi barang, dan menekan daya saing ekonomi nasional yang sangat bergantung pada transportasi laut.

Hot Issue
4 January 2026

Geopolitik Memanas, Emas Dunia Berpotensi ke USD4.505 dan Logam Mulia Tembus Rp2,6 Juta

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan harga emas dunia dan logam mulia akan mengalami fluktuasi tajam dengan kecenderungan menguat signifikan pada pekan pertama Januari 2026.

Hot Issue
16 September 2025

Gandeng Kemenlu, PIS Jamin Distribusi Energi di 65 Rute Internasional

PIS bekerja sama dengan Kemenlu untuk melindungi pekerja di 65 rute internasional, memastikan keselamatan dan kesejahteraan kru di tengah dinamika geopolitik global, serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Hot Issue
18 June 2025

BI Cermati Dampak Tarif AS dan Geopolitik Timur Tengah ke Ekonomi RI

BI) memantau dua perkembangan utama di ekonomi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas dalam negeri.

Hot Issue
16 November 2024
Hot Issue
18 October 2024

Sri Mulyani Ungkap Ketidakpastian Ekonomi Jelang Jokowi Lengser, Ini Penyebabnya

Sri Mulyani Indrawati menilai situasi pasar keuangan berubah setelah ketegangan geopolitik Timur Tengah meningkat

Hot Issue
26 January 2024

Sri Mulyani Minta Bea Cukai Pahami Fenomena Geopolitik dan Dampak pada Indonesia

Sri Mulyani Indrawati mengingatkan jajaran Ditjen Bea Cukai (DJBC) mewaspadai fenomena global

Hot Issue
14 December 2023

The Fed Tahan Suku Bunga, Ini Dampaknya ke Ekonomi Global

Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunganya di 5,25-5,50%.