Kumpulan Berita

Global Sumud Flotilla.


Nasional
29 July 2026

Relawan Global Sumut Flotilla Laporkan Benyamin Netanyahu hingga Tentara Israel ke Kejagung

Sembilan relawan Global Sumud Flotilla dari Indonesia melaporkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hingga tentara Zionis Israel ke Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Langkah ini dilakukan karena para relawan mengaku mengalami kekerasan saat diculik tentara Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional Mediterania Timur.

Nasional
30 May 2026

6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Tertahan di Libya Dipulangkan

Pemerintah Indonesia menghargai semangat kemanusiaan masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan ke wilayah konflik.

International
25 May 2026

Malaysia Siap Seret Israel ke Mahkamah Internasional Terkait Penyiksaan Aktivis GSF Gaza

Ratusan aktivis Global Sumud 2.0 dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Malaysia diculik dan disiksa tentara Zionis Israel saat berlayar menuju Gaza.

Nasional
24 May 2026

WNI Relawan GSF Ceritakan Kekejaman Tentara Israel: Disiksa dan Diperlakukan Seperti Hewan

Herman mengungkapkan bahwa tentara Zionis melakukan penyiksaan terhadap para aktivis selama empat hari.

Nasional
24 May 2026

Bawa Poster Buatan Sendiri, Bocah 9 Tahun Sambut Ayahnya yang Bebas dari Tahanan Israel

Ronggo Wirasano merupakan salah satu dari sembilan WNI relawan GSF yang dibebaskan dari penahanan Israel.

Nasional
24 May 2026

Sambut 9 WNI Relawan GSF di Indonesia, Menlu RI: Selamat Datang Kembali

Menlu RI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki atas bantuan memfasilitasi kepulangan para WNI.

International
23 May 2026

9 WNI Korban Penculikan Zionis Israel Mendapat Penanganan Baik di Turki dan Segera Pulang

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul turut menyambut dan bertemu langsung dengan para WNI setibanya mereka di Istanbul.

Nasional
23 May 2026

9 WNI Korban Penculikan Zionis Israel Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Pulang

Lebih lanjut, Yudhi menjelaskan bahwa 9 WNI yang saat ini berada Ankara masih di dalam pengawasan otoritas Turki dan GSF.