Kumpulan Berita
Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang. Industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi,
Bitcoin kembali melemah. Bitcoin bergerak ke kisaran USD64.000 setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru.
Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level USD80.000 atau setara Rp1,39 miliar (kurs Rp17.440 per USD) pada Selasa (5/5), sekaligus mencatatkan posisi tertinggi.
Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level USD79.500 atau setara Rp1,37 miliar (kurs Rp17.286 per USD) pada Rabu 22 April 2026.
Harga Bitcoin meroket 6% hingga mendekati level USD75.000 pada Senin (13/4), menyusul fenomena short squeeze masif yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat.
Harga Bitcoin turun ke kisaran USD70.000 atau setara Rp1,1 miliar
Inflasi Amerika Serikat (AS) tercatat stabil pada 2,4% secara tahunan (year-on-year) pada Februari 2026.