Kumpulan Berita
Pasar aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah Bitcoin (BTC) mengalami koreksi tajam ke kisaran level USD74.000.
Harga Bitcoin (BTC) pada Kamis (29/1) kembali mengalami pelemahan di bawah USD90.000 setelah Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuan.
OJK mencatat sekitar 72 persen Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir 2025.
Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis USD90.000 pada perdagangan Rabu (21/1/2026).
Pergerakan harga Bitcoin setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) Desember 2025 yang cenderung sesuai dengan ekspektasi pasar.
Proof of Reserves (PoR) Indodax telah menembus USD1 miliar atau setara Rp18 triliun.
Volume transaksi yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai perdagangan aset kripto nasional mencapai Rp49,28 triliun.
Harga Bitcoin (BTC) kembali naik dan menembus level USD92.000 atau setara Rp1,52 miliar (kurs Rp16.600 per USD) pada Selasa malam hingga Rabu pagi.