Kumpulan Berita
Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis USD90.000 pada perdagangan Rabu (21/1/2026).
Pergerakan harga Bitcoin setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) Desember 2025 yang cenderung sesuai dengan ekspektasi pasar.
Proof of Reserves (PoR) Indodax telah menembus USD1 miliar atau setara Rp18 triliun.
Volume transaksi yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai perdagangan aset kripto nasional mencapai Rp49,28 triliun.
Harga Bitcoin (BTC) kembali naik dan menembus level USD92.000 atau setara Rp1,52 miliar (kurs Rp16.600 per USD) pada Selasa malam hingga Rabu pagi.
Harga Bitcoin (BTC) turun dan menyentuh level USD89.000 yang mencatat level terendah dalam tujuh bulan terakhir pada Selasa (18/11/2025).
Pemerintah mencatat penerimaan pajak dari sektor aset kripto mencapai Rp1,71 triliun hingga September 2025.
Pasar global dan aset kripto mengalami konsolidasi signifikan menyusul pengumuman kebijakan moneter terbaru The Federal Reserve.