Kumpulan Berita
Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyebut, Indonesia dan Arab Saudi berpotensi besar merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada hari yang sama, yakni Rabu, 27 Mei 2026. Hal itu didasarkan pada hasil hisab astronomis dan potensi terlihatnya hilal pada Minggu (17/5/2026).
Kementerian Agama (Kemenag) menggunakan 88 titik rukyat, atau pemantauan hilal di seluruh Indonesia dalam proses penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah.
Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Pengurus Besar Al Jam?? iyatul Washliyah, Julian Lukman, menyatakan bahwa penetapan awal Syawal 1447 Hijriah berpotensi mengalami perbedaan, dengan kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pada kriteria MABIMS, posisi hilal pada saat matahari terbenam minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.
Kemenag akan memantau hilal di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan melakukan pemantauan hilal di 37 titik yang tersebar di seluruh Indonesia pada Kamis (19/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah.
Berdasarkan perhitungan hisab para ahli astronomi, posisi hilal saat ini masih belum memungkinkan untuk dirukyat.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan, hilal pada hari ini mustahil terlihat. Hilal masih dalam posisi minus 2 derajat.