Kumpulan Berita
Penguatan iklim investasi, harmonisasi kebijakan fiskal dan percepatan komersialisasi menjadi faktor penting dalam mengubah potensi minyak dan gas bumi (migas) Indonesia menjadi produksi nyata.
Peluang peningkatan investasi hulu migas Indonesia masih terbuka lebar seiring besarnya potensi sumber daya yang belum dikembangkan.
Pemahaman mengenai industri hulu migas perlu terus diperluas, termasuk mengenai peran sektor tersebut dalam mendukung kebutuhan energi dan pembangunan nasional.
Penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus didorong untuk meningkatkan daya saing investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional. Sinergi tersebut menjadi salah satu kunci untuk mempercepat eksplorasi dan pengembangan proyek, mendorong peningkatan produksi, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
PT Elnusa Tbk (ELSA) berkembang menjadi perusahaan jasa energi terintegrasi yang menggabungkan teknologi, kompetensi, dan kemampuan eksekusi untuk menjawab kebutuhan industri energi yang terus berubah.
Kesenjangan produksi migas membutuhkan kepastian kebijakan, daya saing investasi, serta kemampuan eksekusi.
Koordinasi lintas instansi melalui optimalisasi Satgas Dukungan Operasional Kegiatan Migas Provinsi Riau dinilai dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 64 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Akuntansi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.