Kumpulan Berita
Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono menyebutkan bahwa penerapan B50 berpotensi memangkas devisa negara hingga Rp190 triliun.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan ada isu kelangkaan bahan baku di tengah perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Kebijakan pemerintah lantas dinanti kalangan pengusaha guna memastikan produksi terus berlanjut.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia pada Februari 2026 melonjak. Total nilai impor mencapai USD20,89 miliar, naik 10,85 persen.
Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinan Hutahaean, mengatakan pentingnya percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada Januari 2026 sebesar USD21,20 miliar. Angka ini naik sebesar 18,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi memulai babak baru aliansi ekonomi melalui penandatanganan dokumen strategis bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance. Perjanjian dagang ini mewajibkan Indonesia melakukan impor berbagai barang dan jasa dari Negeri Paman Sam dengan total nilai mencapai USD33 miliar atau setara Rp558,5 triliun.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebesar USD241,86 miliar. Angka ini naik sebesar 2,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.