Kumpulan Berita
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat tujuh perusahaan yang saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk menggelar aksi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat antrean penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di pasar modal domestik saat ini diisi olehntujuh calon emiten. Dari aksi korporasi tersebut, nilai emisi yang dibidik secara keseluruhan diproyeksikan dapat menyentuh angka maksimal hingga Rp4,02 triliun.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh calon emiten yang saat ini berada dalam daftar antrean (pipeline) IPO.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk tetap memenuhi ketentuan free float yang berlaku, yakni 25 persen untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun.
Rencana ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat pada bisnis kuliner dan ruang sosial.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan hingga awal Mei 2026 setidaknya ada 71 perusahan yang berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir akan mendorong operator proyek waste to energy (WtE), PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), melantai di bursa efek Indonesia dalam beberapa waktu kedepan.
BEI mencatat 15 perusahaan dalam antrean atau pipeline untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga akhir April 2026.