Kumpulan Berita
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat antrean penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di pasar modal domestik saat ini diisi olehntujuh calon emiten. Dari aksi korporasi tersebut, nilai emisi yang dibidik secara keseluruhan diproyeksikan dapat menyentuh angka maksimal hingga Rp4,02 triliun.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh calon emiten yang saat ini berada dalam daftar antrean (pipeline) IPO.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sejumlah calon emiten memutuskan untuk menunda rencana penawaran umum perdana saham atau IPO. Penundaan tersebut dipicu oleh dinamika dan volatilitas pasar modal terkini yang dinilai belum kondusif dalam mendukung penetapan harga saham perdana yang optimal bagi korporasi.
Rencana ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat pada bisnis kuliner dan ruang sosial.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan hingga awal Mei 2026 setidaknya ada 71 perusahan yang berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hingga saat ini belum ada perusahaan yang mengajukan pembatalan proses IPO yang sebelumnya telah masuk dalam pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI).
BEI mencatat 15 perusahaan dalam antrean atau pipeline untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga akhir April 2026.
Ekspansi tersebut diharapkan dapat berujung pada penyerapan tenaga kerja yang lebih luas bagi masyarakat