Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Minggu 4 Oktober 2026.
Akibat karhutla tersebut, lebih dari 5 juta orang terpapar asap kebakaran hutan. Orangutan Kalimantan juga melarikan diri dari hutan yang terbakar seiring hilangnya habitat mereka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data pada 2-3 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Pada awal minggu bulan Oktober ini masih didominasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan tiga kejadian baru di Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah, serta satu laporan banjir di Sumatera Utara.
Bareskrim Polri menetapkan empat korporasi sebagai tersangka terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keempat tersangka merupakan hasil penegakan hukum hingga 30 September 2026.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat mengatakan, masyarakat adat merupakan pihak yang paling mengetahui cara menjaga, memelihara, dan melestarikan lingkungan di wilayahnya.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, pemerintah Jepang mengakhiri dukungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa 29 September. Bantuan berupa helikopter dan personel telah berada di Indonesia lebih dari dua pekan.
Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku telah menerima 172 perkara terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sembilan bulan terakhir. Dari jumlah itu, sebanyak 6 perkara telah dilimpahkan ke pengadilan.
Prabowo menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang lebih presisi dengan menjadikan desa sebagai tumpuan utama.