Kumpulan Berita
Karhutla dan kekeringan tercatat terjadi di sejumlah daerah di Indonesia selama musim kemarau ini.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Selain mengoptimalkan pemadaman di darat, BNPB juga meningkatkan dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menambah armada pesawat, memastikan ketersediaan bahan semai, hingga membuka kemungkinan operasi dilakukan pada malam hari.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 34 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (31/7) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (1/8) pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 31 kejadian dilaporkan berdampak signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai daerah di Pulau Jawa menghanguskan 11,4 hektare lahan. Adapun peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bencana pada periode Senin hingga Selasa, 27??"28 Juli 2026, masih didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bencana itu terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga angin kencang di sejumlah wilayah hingga awal Agustus 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tanah longsor, banjir, serta kebakaran permukiman mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia selama periode pelaporan Minggu (26/7) pukul 07.00 WIB hingga Senin (27/7) pukul 07.00 WIB.