Kumpulan Berita
Hujan mengguyur sejumlah wilayah Jakarta pada Rabu 19 Agustus 2026 siang. Fenomena tersebut menjadi perbincangan di media sosial lantaran terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran imbas fenomena El Nino. Diketahui, kemarau panjang diprediksi akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 73,8% wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau hingga awal Agustus 2026. Sejalan dengan kondisi tersebut, BMKG mengungkapkan curah hujan selama periode ini didominasi kategori rendah yang mencakup 80,77% wilayah, kategori menengah 18,08%, dan kategori tinggi hanya mencakup 1,15% wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, sejak BMKG memprediksi kemarau yang bertepatan dengan El Nino pada Maret, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait.
Kementerian PU menyiagakan dan mengoptimalkan bendungan, bendung, embung
Pertamina Patra Niaga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang berpotensi menghambat distribusi bahan bakar minyak
Anomali cuaca masih mewarnai musim kemarau di Indonesia. Di saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi kejadian bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, yang mengakibatkan empat jembatan hanyut dan memutus akses antardesa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru mengenai perkembangan musim di Indonesia. Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau.