Kumpulan Berita
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung pada periode April hingga September dengan karakteristik yang lebih kering dari normal.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sekitar 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat signifikan, dengan sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.
Pemerintah mendorong penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menghemat penggunaan air irigasi hingga 20 persen
Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.
BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya penurunan kualitas udara hingga kebakaran hutan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sudah 63% wilayah Indonesia berdasarkan Zona Musim (ZOM) hingga awal September 2025. Sementara, masih ada satu wilayah diprediksi berpotensi banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadinya bencana kekeringan di Desa Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Bencana kekeringan ini berdampak signifikan di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga akhir Juli 2025, sekitar 45% wilayah Indonesia dari total Zona Musim (ZOM) telah memasuki periode musim kemarau.