Kumpulan Berita
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku telah mendapat laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang memprediksi kemarau berkepanjangan. Cuaca ekstrem itu berpotensi mengakibatkan kekeringan hingga potensi kebakaran di wilayah padat penduduk.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Rabu (15/7/2026) didominasi kondisi cerah hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bogor pada siang hingga sore hari.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin (13/7) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 48,9% wilayah Indonesia berdasarkan Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Indonesia bakal terhadi pada bulan Agustus 2026.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau di Jakarta. Salah satunya dengan memasang alat operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah gedung tinggi di Ibu Kota.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan langkah preventif perlu dikuatkan demi mengendalikan sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan.