Kumpulan Berita
Ratusan prajurit dari Kopassus hingga Marinir tersebut merupakan pasukan elite pemburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Wirya melanjutkan, Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto telah menyampaikan, penindakan dilakukan untuk menjaga keamanan warga di wilayah Papua Pegunungan.
Penangkapan dilakukan setelah personel melakukan pemantauan dan penyelidikan secara intensif untuk mengetahui keberadaan yang bersangkutan.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua menjadi salah satu tantangan dalam upaya menjaga keamanan di wilayah tersebut. Aktivitas kelompok bersenjata ini, termasuk serangan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan, menjadi perhatian dalam penegakan hukum dan penanganan konflik di Papua.
Pelaku diduga merupakan salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVIII pimpinan Numbuk Telenggen yang beroperasi di Kabupaten Puncak.
Honai tersebut berada di tengah hutan dengan kondisi bangunan yang tersamarkan oleh pepohonan, tumbuhan, dan tanah di sekitarnya hingga menyerupai bunker.
Tim gabungan Koops TNI Habema menemukan dan mengamankan, satu pucuk senjata api (senpi) laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat (16/10/2026).
Komandan Satgas Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Laili Nugroho yang menangkap Zakarias Fatem menyebut, komandan KKB ini meminta anak buahnya menyerahkan diri sebelum Pasukan Satgas TNI mengambil tindakan tegas.