Kumpulan Berita
Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang baru saja disampaikan Presiden Prabowo Subianto memuat asumsi-asumsi makro yang terlampau optimistis.
Kementerian Keuangan melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun hingga 31 Maret 2026.
BPS memberikan penjelasan soal nilai PDB per kapita. Sebab, ada narasi yang menyebutkan PDB per kapita sama dengan gaji rata-rata masyarakat Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin utang pemerintah Rp9.138,05 triliun per Juni 2025 masih aman karena rasionya di bawah 39% PDB. Ia meminta publik tidak menjadikannya sentimen negatif, sambil berkomitmen meningkatkan kualitas belanja agar utang digunakan secara maksimal.
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5,4% diragukan. Analis memprediksi pertumbuhan lebih konservatif, sekitar 5,0-5,1%, karena tantangan domestik dan eksternal. Investasi swasta dan kebijakan yang tepat diperlukan untuk mencapai target.
Presiden Prabowo optimis APBN tanpa defisit tercapai di 2027/2028. Strateginya meliputi optimalisasi aset negara, inovasi pembiayaan, dan peningkatan pendapatan pajak. Sri Mulyani fokus pada RAPBN 2026 dengan target defisit nol persen bertahap.
Adu kekayaan Indonesia dengan Malaysia.PDB per kapita Indonesia mencapai Rp78,62 juta atau USD4.960,3
Baleg DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan para pengamat dan pelaku bisnis koperasi untuk mencari masukan terkait penyusunan revisi Keempat UU Perkoperasian Nomer 25 Tahun 1992.