Kumpulan Berita
- Presiden Prabowo Subianto akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 Gigawatt (GW).
Kawasan Amerika Latin dan Karibia dinilai sebagai mitra yang sangat potensial seiring dengan pertumbuhan kemitraan dagang yang semakin dinamis dengan Indonesia
Keberhasilan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya ditentukan oleh besarnya target kapasitas.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN Indonesia Power dan Bay Group, konglomerasi asal Bangladesh.
PLN Indonesia Power memperluas bisnis energi baru terbarukan ke pasar internasional. Langkah ini dilakukan lewat kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bangladesh. Proyek diperkirakan memiliki potensi kapasitas mencapai 495 megawatt (MW).
Presiden RI Prabowo Subianto meminta dukungan negara-negara ASEAN untuk mewujudkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang tengah dikembangkan Indonesia sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.
Proyek senilai kurang lebih USD80 juta ini merupakan kolaborasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power.
Indonesia mempercepat transisi energi dengan menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW)