Kumpulan Berita
Proyek tersebut memiliki potensi kapasitas PLTS sebesar 60 MWp dan BESS 200 MWh dengan estimasi investasi Rp3,3 triliun.
Pemerintah pun menyiapkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dilengkapi battery energy storage system (BESS) untuk menjaga pasokan listrik saat musim kering.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) menjadi tiga tahun, yakni mulai 2026 hingga 2028. Program tersebut tidak hanya mengandalkan pembangunan PLTS di darat atau ground mounted, tetapi juga memanfaatkan bendungan di berbagai wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan EBT tidak hanya berkaitan dengan transisi energi, tetapi juga dapat berdampak terhadap harga listrik dan daya saing industri
Penyediaan tanah tersebut sejalan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Bank Tanah dalam menjamin ketersediaan tanah
Program PLTS 100 GWp tersebut diluncurkan bersamaan dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS dengan total kapasitas awal mencapai sekitar 5,2 GWp
Peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) menjadi momentum strategis dalam mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia
Proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) resmi dimulai usai diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.