Kumpulan Berita
Polisi telah menangkap pria yang diduga menjadi pelaku. Sosok tersebut diketahui bekerja sebagai sopir di rumah yang sama dengan korban.
Polisi telah memeriksa pekerja rumah tangga (PRT) berinisial D (30) yang selamat setelah melompat dari rumah majikannya di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan, korban mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena mengalami tekanan psikologis.
Pihak kepolisian mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D, yang nekat melompat dari lantai 4 kamar kos majikannya di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa tersebut, D meninggal dunia, sementara R mengalami luka.
Dua korban perempuan menjadi sasaran, satu di antaranya meninggal dunia dan diketahui masih berusia 15 tahun, menguatkan dugaan adanya eksploitasi anak dan tindak pidana serius.
Polisi akan memeriksa agen penyalur kedua PRT itu.
Kasus ini resmi naik penanganannya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
Roby menerangkan, menurut pengakuan salah satu korban, keduanya tak betah lantaran majikannya bersikap sadis.
Dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D loncat dari lantai 4 sebuah bangunan kos di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, hingga membuat salah satunya, R, tewas. Polisi mengatakan keduanya melompat karena ingin kabur lantaran tidak betah.