Kumpulan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Anggaran tersebut menjadi bagian dari total belanja subsidi yang direncanakan mencapai Rp387,9 triliun pada tahun depan.
Pemerintah mengusulkan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) pada kisaran USD70 hingga USD95 per barel
Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran subsidi energi hingga Rp100 triliun pada 2026 sebagai respons dari lonjakan harga minyak dunia.
Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi per 1 April 2026, meskipun harga minyak dunia tengah bergejolak akibat ketegangan geopolitik Iran-Israel. Konsekuensinya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi adanya pembengkakan anggaran subsidi energi antara Rp90 triliun hingga Rp100 triliun.
Mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil yang kian membebani keuangan negara
Adapun total yang dibayarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp51,5 triliun.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghitung ulang porsi anggaran subsidi.