Kumpulan Berita
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memprediksi anggaran kompensasi dan subsidi energi di Tanah Air bengkak Rp300 triliun.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Anggaran tersebut menjadi bagian dari total belanja subsidi yang direncanakan mencapai Rp387,9 triliun pada tahun depan.
Beban subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 berpotensi mengalami pembengkakan.
Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran subsidi energi hingga Rp100 triliun pada 2026 sebagai respons dari lonjakan harga minyak dunia.
Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi per 1 April 2026, meskipun harga minyak dunia tengah bergejolak akibat ketegangan geopolitik Iran-Israel. Konsekuensinya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi adanya pembengkakan anggaran subsidi energi antara Rp90 triliun hingga Rp100 triliun.
Kenaikan harga minyak yang kini menembus USD116 per barel berpotensi mendorong pembengkakan subsidi dan kompensasi energi.
Adapun total yang dibayarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp51,5 triliun.