Kumpulan Berita
Adapun total yang dibayarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp51,5 triliun.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghitung ulang porsi anggaran subsidi.
Suahasil menjelaskan realisasi subsidi dan kompensasi telah mencapai Rp345,1 triliun, setara 72,6 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN.
Redesain ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan memastikan subsidi, dengan total Rp498,8 triliun, benar-benar tepat sasaran.
Sema pembayaran kompensasi kepada PLN dan Pertamina telah disusun ulang dengan mekanisme yang lebih cepat dan terstruktur.
Menkeu Purbaya menekan Pertamina terkait lambatnya pembangunan kilang yang menyebabkan ketergantungan impor BBM dan membengkaknya subsidi energi. Ia bahkan meminta anggota dewan untuk ikut mengawasi Pertamina agar segera merealisasikan pembangunan kilang.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengalokasikan Rp479 triliun untuk pembayaran subsidi energi dan kompensasi sepanjang tahun 2025. Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi anggaran tahun 2024 yang mencapai Rp502 triliun.
Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan program listrik desa untuk 5.700 desa dan 4.400 dusun, menargetkan penyelesaian pada 2030. Program ini merupakan wujud kehadiran negara untuk melayani masyarakat kecil di pelosok. Rapat terbatas juga membahas subsidi energi yang lebih tepat sasaran.