Kumpulan Berita
Kuasa hukum keluarga Febrie berharap hasil ekshumasi ini dapat menepis tuduhan miring terhadap kliennya.
Polda Metro Jaya menyatakan penyidikan kasus kematian Sutrimo, pria yang disebut bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah, dapat kembali dilakukan apabila ditemukan novum atau bukti baru.
Kematian Sutrimo, pria yang disebut bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah, disebabkan oleh penyakit jantung iskemik. Hal itu terungkap berdasarkan hasil ekshumasi yang dilakukan tim dokter forensik terhadap jenazah Sutrimo.
Kepolisian bersama tim dokter forensik menyampaikan hasil pemeriksaan terkait kematian Sutrimo, pria yang disebut bekerja di rumah eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. Dari pemeriksaan, tim forensik tidak menemukan tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul.
Budi menyebutkan, pihaknya turut mengundang pihak keluarga Sutrimo untuk hadir langsung dalam sesi konferensi pers tersebut.
Polda Metro Jaya masih membahas rencana pemanggilan pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrio Adiono, sebagai saksi dalam kasus kematian Sutrimo, yang disebut-sebut sebagai Karumga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
Polda Metro Jaya menyatakan hasil ekshumasi atau autopsi ulang jenazah Sutrimo telah keluar. Hasil tersebut akan segera disampaikan kepada publik secara resmi.
Polda Metro Jaya menyatakan, bahwa dalam waktu dekat bakal segera mengumumkan hasil ekshumasi atau autopsi ulang jasad Sutrimo, yang diduga karumga dari eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.