Kumpulan Berita
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun, atau melonjak 17,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Kuartal I-2026.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menetapkan 20 persen dari total laba bersih atau sekitar Rp1,51 triliun sebagai dividen tunai.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang tahun 2025, atau tumbuh 8,02 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,00 triliun.
Penempatan dana pemerintah Rp200 triliun ke Himbara berhasil meningkatkan likuiditas, menurunkan suku bunga, dan memacu persaingan antar bankir dalam penyaluran kredit untuk pemulihan ekonomi.
Penempatan dana Rp200 triliun di Bank Himbara dan BSI menuai pro dan kontra. Ekonom menyoroti potensi pelanggaran konstitusi, sementara GREAT Institute menilai langkah ini konstitusional dan strategis untuk pemulihan ekonomi nasional.
Ekonom Didik J Rachbini kritik penempatan Rp200 triliun dana negara ke Bank Himbara & BSI. Keputusan ini dinilai melanggar konstitusi & UU karena tidak melalui proses legislasi yang benar. Berpotensi jadi preseden buruk pengelolaan APBN.
Susunan direksi dan komisaris terbaru BSI. Anggoro Eko Cahyo menjadi Direktur Utama BSI, sementara Muhadjir Effendy diangkat menjadi Komisaris Utama BSI.
Harta kekayaan Anggoro Eko Cahyo yang resmi menjadi Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.