Kumpulan Berita

Aktivis Kontras.


Nasional
48 menit lalu

Terdakwa I Sebut Andrie Yunus Arogan dan Over Acting di Insiden Fairmont

Terdakwa I, Sersan Dua Edi Sudarko, membeberkan alasan dirinya melakukan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dalam sidang di Pengadilan Militer Jakarta, Rabu (13/5/2026). Ia menilai Andrie bersikap arogan dan ?? over acting”.

Megapolitan
11 May 2026

Andrie Yunus Diancam jika Tak Hadir Sidang, TAUD: Pertama Kali Ada Hakim Ancam Korban

Perwakilan TAUD menilai, ancaman pidana terhadap Andrie merupakan tindakan yang tidak masuk akal serta melanggar hak asasi manusia (HAM).

Megapolitan
11 May 2026

Andrie Yunus Kirim Surat Tolak Hadiri Sidang Penyiraman Air Keras, Ini Alasannya

Perwakilan TAUD, Airlangga Julio, menilai bila sejak awal proses persidangan ini tidak memberikan rasa keadilan untuk Andrie.

Megapolitan
6 May 2026

Sidang Lanjutan Penyiraman Air Keras, Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan

Dalam persidangan, hakim kembali memerintahkan oditur militer untuk menghadirkan aktivis kontraS, Andrie Yunus.

Nasional
4 May 2026

TAUD Minta Hakim Tunda Pemeriksaan Aktivis KontraS Andrie Yunus

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) meminta majelis hakim Pengadilan Militer II-8 Jakarta untuk tidak melanjutkan pemeriksaan aktivis KontraS, Andrie Yunus, sebagai saksi dalam sidang kasus penyiraman air keras yang melibatkan empat anggota TNI.

Nasional
29 April 2026

Hakim Semprot Anggota TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus karena Melamun  

Ketua Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartan menegur langsung terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus

Nasional
29 April 2026

Breaking News! 4 Prajurit TNI Penyiram Andrie Yunus Didakwa Melakukan Penganiayaan Berat

Oditur Militer II-07 Jakarta mendakwa empat prajurit TNI penyiram air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dengan pasal penganiayaan berat

Megapolitan
29 April 2026

Oditur Militer Ungkap Kronologi Penyiraman Andrie Yunus, Dipicu Dendam saat Rapat Revisi UU TNI

Penyiraman air keras ini dipicu aksi Andrie Yunus di Fairmont Hotel pada 16 Maret 2025.