Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan pertahanan nasional sebagai kunci menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. Apalagi, di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan penambahan 6 jet tempur Dassault Rafale, 1 pesawat Airbus A400M Atlas MRTT, 4 pesawat Dassault Falcon 8X, serta Radar GCI GM403 menjadi tonggak peningkatan pertahanan. Penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilakukan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Air Base.
Kedatangan berbagai mesin perang ini untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia dan menjadi penjaga langit Nusantara.
Rudal ini memiliki jangkauan antara 300 hingga 500 kilometer, tergantung pada platform peluncurannya.
Mekanisme kerja Rudal QW-3 tergolong sangat mematikan dengan sistem pemusnah otomatis jika target luput dari sasaran.
Upaya pemerintah mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional mulai menunjukkan hasil. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri dinilai semakin kuat, meski target kemandirian penuh tanpa impor masih menghadapi tantangan struktural.
Indonesia mampu memproduksi sendiri alat utama sistem senjata (alutsista) dan komponennya.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar misi kemanusiaan penanggulangan bencana.