Kumpulan Berita
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp1,33 triliun untuk Provinsi Papua Selatan sebagai langkah strategis memperkuat kawasan tersebut sebagai lumbung pangan di Indonesia timur. Bantuan ini menjadi bagian dari percepatan modernisasi pertanian yang telah terbukti meningkatkan luas tanam, indeks pertanaman, produktivitas, produksi, hingga pendapatan petani melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah).
Swasembada pangan di Indonesia diproyeksikan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026 berkat peningkatan volume produksi domestik. Sebanyak delapan komoditas pangan strategis, termasuk beras, tercatat telah mencapai status swasembada, dengan tiga di antaranya bahkan sudah berhasil di ekspor.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menstabilkan harga telur ayam ras yang belakangan turun hingga berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
Sebanyak kurang lebih 300 perusahaan kelapa sawit akan diperiksa menyusul penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dinilai tidak wajar.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyoroti turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan anomali karena terjadi di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang pengusaha, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran strategis dalam mengembangkan industri kelapa melalui penguatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing Indonesia di pasar global.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri mengusut tuntas aktor intelektual di balik kasus penyelundupan 23,1 ton komoditas pangan di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menegaskan, penanganan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.