Kumpulan Berita

Amran Sulaiman


Hot Issue
15 August 2026

Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Jadi Kado HUT ke-81 RI

Indonesia kembali membuka keran ekspor beras Malaysia dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton.

Hot Issue
15 August 2026

Ini Tantangan RI Swasembada Bawang Putih

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap tantangan Indonesia untuk mencapai swasembada bawang putih.

Hot Issue
13 August 2026

Mentan Wajibkan SPPG Serap Telur dari Peternak Rp26.500 per Kg, Ini Alasannya

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap telur dari sebesar Rp26.500 per kilogram untuk mengantisipasi anjloknya harga telur.

Hot Issue
11 August 2026

Amran Sebut Reformasi Pertanian Dongkrak Kesejahteraan Petani 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan reformasi sektor pertanian berhasil meningkatkan kesejahteraan petani, ditandai Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127,84 pada Juli 2026 tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Hot Issue
9 August 2026

Mentan: Harga Beras Harus Terjangkau dan Sesuai HET di Seluruh Indonesia!

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras harus sama dan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh Indonesia.

Hot Issue
9 August 2026

Produksi Naik, Indonesia Produsen Beras Terbesar Keempat Dunia

Produksi beras Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 38,6 juta ton pada musim 2026/2027.

Hot Issue
1 August 2026

Pemerintah Telusuri Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Potensi Kerugian Tembus Rp 71 Triliun

Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum memperluas pengawasan terhadap dugaan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi di berbagai daerah.

Hot Issue
31 July 2026

Amran Ancam Cabut Izin Usaha Perusahaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan akan mencabut izin usaha perusahaan beras fortifikasi yang terbukti tidak memenuhi standar. Langkah tegas tersebut diambil setelah hasil pengawasan menemukan sekitar 80 persen sampel beras fortifikasi yang diperiksa tidak sesuai ketentuan.