Kumpulan Berita
Ketua Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, meminta agar Oditur Militer atau penasihat hukum menghadirkan ahli kimia untuk menjelaskan cairan yang disiramkan para terdakwa kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Saksi dari BAIS TNI membantah adanya perintah ataupun operasi khusus dalam kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Hal itu disampaikan saksi Komandan Detasemen Markas BAIS TNI Kolonel Inf. Heri Heryadi dan Pabandya D 31 Pampers Dit B BAIS TNI Letkol Chk Alwi Hakim Nasution.
Pabandya D 31 Pampers Dit B BAIS TNI, Letkol Chk Alwi Hakim Nasution, dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia mengaku kesal dan marah saat mengetahui pelaku penyiraman terhadap Andrie Yunus yang viral merupakan oknum anggota BAIS TNI.
Pengadilan Militer Jakarta kembali menggelar sidang dugaan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, pada Rabu (6/5/2026) dengan agenda pemeriksaan saksi. Ada lima orang saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut.
Jika kasus ini ditangani secara terbuka dan tegas, TNI memiliki peluang untuk menunjukkan bahwa sistem hukumnya mampu bekerja lebih keras.
Keempat terduga pelaku ini berasal dari matra angkatan laut (AL) dan angkatan udara (AU).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggandeng Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memburu aktor utama yang menggerakan kerusuhan di Indonesia akhir Agustus 2025.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggandeng Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mendalami dalang peristiwa kerusuhan dalam aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya Jakarta pada 28-30 Agustus 2025 pekan lalu.