Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir, sejak Senin (18/5) hingga Selasa (19/5) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir masih menjadi perhatian pemerintah daerah selama periode tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan pemerintah derah untuk selalu siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. Misalnya, seperti banjir, longsor, angin kencang.
Banjir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyebabkan 3.517 jiwa terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, dua warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat 8 Mei 2026.
AHY menyebut progres normalisasi dan revitalisasi Kali Ciliwung telah mencapai 17 kilometer (km) atau sekitar 52 persen dari target total sepanjang 33 kilometer (km).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa penyalahgunaan lahan serta kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi faktor utama penyebab banjir di wilayah perkotaan, khususnya Jabodetabek.
BPBD DKI Jakarta menyampaikan sebanyak 80 RT masih terdampak banjir pada Selasa (5/5/2026). Selain itu, tiga ruas jalan di Ibu Kota juga masih tergenang.
Pada dini hari, ketinggian air bahkan mencapai 1 meter.