Kumpulan Berita
Pada periode yang sama, aset BTN mencapai Rp545 triliun, kredit dan pembiayaan Rp418 triliun, serta dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun.
Memiliki rumah yang aman dan nyaman masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga prasejahtera di Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjalankan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.
Implementasi tersebut mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang menjadi pertimbangan dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis.
Jumlah dana SAL yang saat ini dikelola BTN telah mencapai Rp38 triliun.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mulai menjajaki opsi pembelian kembali saham (buyback) guna mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan. Penyesuaian aksi korporasi ini direncanakan masuk dalam revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) mendatang, menyusul dorongan dari Danantara untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham di tengah fundamental perusahaan yang solid.
Meningkatkan volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income) di tengah kondisi persaingan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Tahun Buku 2025 yang digelar Kamis (23/4/2026) menyepakati keputusan strategis untuk memperkuat struktur permodalan. Pemegang saham memutuskan alokasi laba bersih senilai Rp3,5 triliun sebagai saldo laba ditahan guna mendukung ekspansi kredit yang masif di tahun 2026.
Kerja sama ini bertujuan memperluas akses layanan keuangan serta mendukung inklusi keuangan di Indonesia