Kumpulan Berita
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Tahun Buku 2025 yang digelar Kamis (23/4/2026) menyepakati keputusan strategis untuk memperkuat struktur permodalan. Pemegang saham memutuskan alokasi laba bersih senilai Rp3,5 triliun sebagai saldo laba ditahan guna mendukung ekspansi kredit yang masif di tahun 2026.
Kerja sama ini bertujuan memperluas akses layanan keuangan serta mendukung inklusi keuangan di Indonesia
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih mencapai Rp1,1 triliun, tumbuh 22,6 persen yoy di kuartal I-2026. Kinerja keuangan di paruh awal tahun ditopang secara kuat dari sektor pembiayaan perumahan, termasuk KPR subsidi.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan transformasi bisnis dengan memperkuat layanan digital kepada nasabah
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada tahun 2026. Perseroan juga meningkatkan porsi pembiayaan berkelanjutan sebagai wujud komitmen perseroan dalam menerapkan praktik perbankan yang ramah lingkungan (green banking) demi mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan dan mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.
Strategi pertumbuhan agresif ini didorong oleh penguatan struktur modal serta serangkaian rencana aksi korporasi besar guna memperluas jangkauan bisnis perseroan.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat laba bersih Rp 2,50 triliun hingga akhir Oktober 2025
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tengah berupaya mengajukan permohonan tambahan dana dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Hal ini menyusul habisnya alokasi dana sebesar Rp25 triliun yang sebelumnya diperuntukkan bagi dukungan sektor perumahan.