Kumpulan Berita

Bapanas


Hot Issue
14 July 2026

Bansos Beras 10 Kg Cair Lagi di Juli hingga September 2026

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, pemerintah mengucurkan kembali program bantuan pangan beras 10 kilogam (kg) mulai Juli 2026.

Hot Issue
11 July 2026

Bapanas Pastikan Cadangan Pangan Hadapi Musim Kemarau

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan cadangan pangan selain beras dalam kondisi siap. Hal ini melalui penguatan stok pangan pokok strategis, guna memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi musim kemarau.

Hot Issue
12 June 2026

Harga Ayam Hidup Anjlok, Bapanas Colek BGN

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pemulihan harga ayam hidup (live bird) untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.

Hot Issue
27 May 2026

Harga Beras SPHP Bakal Naik Imbas Rupiah Melemah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS?

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini mendekati Rp17.800 tidak akan berdampak pada harga beras SPHP.

Hot Issue
26 April 2026

Harga Plastik Naik, Distribusi Beras SPHP Pakai Stok Kemasan Lama

Bapanas memberikan fleksibilitas kebijakan dalam distribusi beras SPHP dengan memperbolehkan penggunaan kemasan produksi tahun 2023-2025

Hot Issue
23 April 2026

Cetak Rekor 5 Juta Ton Cadangan Beras, Ketahanan Pangan Aman hingga 6 Bulan

Cadangan beras nasional mencatat sejarah baru dalam ketahanan pangan Indonesia. Per 23 April 2026, stok beras nasional mencapai angka 5.000.198 ton, tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah.

Hot Issue
18 April 2026

Bapanas Sebut Harga Plastik Naik, Harga Beras dan Gula Ikut Terkerek

Kenaikan harga plastik turut berdampak pada harga pangan pokok strategis, termasuk beras dan juga gula. Hal ini seperti diungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa.

Hot Issue
15 April 2026

Harga Kedelai Merangkak Naik, Bapanas Desak Distributor dan Importir Patuhi Harga Acuan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendesak distributor dan importir untuk mematuhi harga acuan pemerintah di tengah tren kenaikan harga kedelai. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga, khususnya bagi pengrajin tahu dan tempe agar tidak terdampak signifikan.