Kumpulan Berita
Bansos beras 10 kg akan cair lagi pada Oktober dan November 2025, menyasar 18 juta KPM. Pemda diminta membantu pengecekan data penerima. Program ini diharapkan menekan inflasi beras. Anggaran Rp7 triliun disiapkan.
Bapanas akan evaluasi harga beras khusus di ritel modern yang dinilai terlalu tinggi. Ritel diminta kembali memasok beras premium dan SPHP sesuai HET. Target penyaluran beras SPHP 800 ribu ton hingga akhir 2025.
Harga pangan nasional awal pekan ini menunjukkan penurunan signifikan. Komoditas utama seperti beras, cabai, dan daging mengalami penurunan harga, memberikan kabar baik bagi konsumen. Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan tren penurunan harga pada berbagai komoditas.
Bapanas menaikkan HET beras medium menjadi Rp13.500-Rp15.500/kg. Kenaikan ini merespons harga GKP Rp6.500/kg di tingkat petani. Bulog tetap jual beras SPHP Rp12.500/kg dengan subsidi pemerintah. Ini jadi alternatif stabilisasi harga di pasar.
Beras premium langka di ritel modern Jakarta. Stok kosong, bahkan etalase diganti telur. Diduga karena peralihan distribusi ke pasar rakyat akibat penyesuaian harga. Bapanas jamin pasokan segera normal.
Bapanas mengungkap kelangkaan beras disebabkan pola penyimpanan petani, meski ada surplus 5,01 juta ton hingga September. Petani cenderung menyimpan beras untuk jaga-jaga, mempengaruhi ketersediaan di pasar.
Bapanas menaikkan HET beras medium menjadi Rp13.500 per kg untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Kenaikan ini juga bertujuan agar industri penggilingan tidak terbebani dan disparitas harga lebih merata. DPR meminta perhitungan ulang HET dengan mempertimbangkan HPP petani.
Bapanas memastikan stok beras nasional aman meski harga naik akibat kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP). Pemerintah melakukan intervensi melalui program SPHP dan bantuan pangan untuk stabilisasi harga.