Kumpulan Berita
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun sepanjang tahun 2025 atau tumbuh sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang solid serta efisiensi operasional yang semakin membaik.
Arus modal asing kembali masuk lebih besar ke pasar saham domestik pada periode perdagangan 1-5 Desember 2025.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan pembagian dividen interim tunai senilai Rp6,77 triliun untuk tahun buku 2025.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraih laba bersih Rp43,4 triliun pada periode Januari - September alias Kuartal III 2025 tumbuh 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,04% ke 8.166,03 setelah sempat mencetak rekor. Aksi jual investor terhadap saham big cap menjadi penyebab. Sektor keuangan, infrastruktur, dan kesehatan menjadi pemberat indeks.
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (foreign net sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp3,1 triliun
BCA tengah bekerja sama dengan sekuritas terkait untuk melakukan investigasi mendalam atas isu pembobolan rekening Rp70 miliar.
BCA buka suara soal kabar dugaan pembobolan dana senilai Rp70 miliar dari Rekening Dana Nasabah (RDN) sebuah sekuritas.