Kumpulan Berita
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah belum mengambil kebijakan kenaikan harga maupun pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), meskipun situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, terus berkembang dinamis.
Harga BBM Pertalite berpotensi naik sekira 10-15 persen dari harga saat ini Rp10.000 per liter. Harga Pertalite naik untuk menjaga defisit APBN agar tidak jebol.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui tantangan dalam pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dari pasar global masih terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik. Meski demikian, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang berpotensi mengganggu distribusi energi nasional.
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku di SPBU Pertamina, Shell, Vivo dan BP hari ini, Rabu 25 Maret 2026.
Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menegaskan penimbunan BBM merupakan bentuk pelanggaran hukum yang sangat merugikan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto berencana mengambil langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap dampak konflik yang terjadi di Timur Tengah terhadap harga energi dunia. Rencana tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Ia memastikan cadangan BBM saat ini cukup untuk sekitar 23 hari sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.
Pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Penegasan ini menyusul lonjakan harga minyak mentah global akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.