Kumpulan Berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri, seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, akan segera melandai. Penurunan ini diyakini bakal terealisasi dalam waktu dekat seiring dengan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kejatuhan harga minyak mentah di pasar internasional.
Harga BBM Pertamina hingga BP yang berlaku hari ini. Pertamina telah menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green sejak Rabu, 10 Juni 2026.
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan penetapan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax series pada 10 Juni 2026 sudah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Pertamina Patra Niaga memastikan penetapan harga Pertamax series pada tanggal 10 Juni 2026 sudah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru akan dijual mulai 1 Juli 2026. BBM baru ini merupakan BBM dengan campuran minyak sawit 50 persen atau B50.
Viral di media sosial yang menyebutkan harga asli Pertalite lebih mahal dari harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Harga Pertalite tanpa subsidi mencapai Rp18.040 per liter.
Proses ini bertujuan mengurangi zat pengotor (impurities) yang secara alami terkandung dalam minyak mentah (crude oil).
Harga BBM dan LPG subsidi dipastikan tidak akan naik meski harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Green, telah mengalami kenaikan signifikan beberapa waktu lalu.