Kumpulan Berita
Pertamina Patra Niaga memastikan penetapan harga Pertamax series pada tanggal 10 Juni 2026 sudah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru akan dijual mulai 1 Juli 2026. BBM baru ini merupakan BBM dengan campuran minyak sawit 50 persen atau B50.
Viral di media sosial yang menyebutkan harga asli Pertalite lebih mahal dari harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Harga Pertalite tanpa subsidi mencapai Rp18.040 per liter.
Proses ini bertujuan mengurangi zat pengotor (impurities) yang secara alami terkandung dalam minyak mentah (crude oil).
Harga BBM dan LPG subsidi dipastikan tidak akan naik meski harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Green, telah mengalami kenaikan signifikan beberapa waktu lalu.
Penyesuaian harga berlaku pada beberapa produk BBM yang dijual oleh Pertamina, Shell, Vivo Energy, dan BP.
Komisi VI DPR RI akan memanggil PT Pertamina (Persero) terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Salah satunya, potensi peralihan konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite yang dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan stok BBM bersubsidi.
Harga BBM Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mengancam daya beli kelas menengah.